Blogger news

Showing posts with label Cerita Horor. Show all posts
Showing posts with label Cerita Horor. Show all posts

Tuesday, November 1, 2016

CERITA SETAN HANTU KANTOR

CERITA SETAN HANTU KANTOR

CERITA SETAN HANTU KANTOR

KuCeTan.blogspot.co.id kali ini membagikan Cerita-Cerita Setan Hantu Kantor yang merupakan Cerita Horor, Kisah Nyata, dan Kisah Misteri. Pengalaman mistis yang tidak akan terlupakan dan membuat ketakutan serta bulu kuduk berdiri akan dirasakan. Untuk itu silahkan disimak Cerita Setan Hantu Kantor ini :

Pada malam jumat ada seorang gadis bernama Devi yang masih kerja sampai larut malam sekitar jam 21.00 karena dia sendiri, dia meminta Fia adiknya untuk ke kantor menemaninya. Sambil menunggu Fia, Devi menyalakan handphonenya untuk mendengar musik namun ternyata baterai tinggal sedikit dan tidak bisa mendengar lagu.

Karena takut Devi segera menyelesaikan pekerjaannya, lalu Devi ingin buang air besar, dia pun pergi ke toilet. Saat sedang asyik buang air besar, Devi merasa ada suara yang memanggil namanya. Lalu Devi cepat-cepat segera menyelesaikan buang air besarnya lalu melanjutkan pekerjaannya. Disaat sedang bekerja, ada suara yang memanggil nama Devi lagi.

Devi sangat takut dan memanggil satpam, namun pintu kantornya kedap suara dan Devi pun benar-benar sangat takut. Lalu muncul satpam, lalu Devi segera menghampiri satpam dan menceritakan semuanya dan satpam itu menunjukkan wajahnya dan berbicara “seperti gini ya neng suaranya?”. Devi berteriak lalu munculah Fia adiknya Devi dan 2 orang satpam.

Lalu Devi menceritakan semuanya, dan salah satu satpam angkat bicara bahwa kantor ini dulunya bekas kuburan dan banyak orang yang bekerja di kantor ini mengeluh bahwa sering ada suara yang memanggil nama mereka. Sejak saat itu Devi pun akhirnya keluar dari kantor itu. Maaf kalau tidak seram dan ada kata kata yang salah. Terima kasih sudah baca.

Jangan lupa untuk nonton bioskop streaming online sub indo hanya di AnekaCinema21.com

Monday, September 5, 2016

CERITA SETAN HANTU PEREMPUAN

CERITA SETAN HANTU PEREMPUAN

CERITA SETAN HANTU PEREMPUAN

KuCeTan.blogspot.co.id kali ini membagikan Cerita-Cerita Setan yang Menakutkan yang merupakan Cerita Horor, Kisah Nyata, dan Kisah Misteri. Pengalaman mistis yang tidak akan terlupakan dan membuat ketakutan serta bulu kuduk berdiri akan dirasakan. Untuk itu silahkan disimak Cerita-Cerita Setan yang Menakutkan ini :

Hai perkenalkan namaku Dewi,  bertemu dan merasakan kehadiran mereka yang salah satunya adalah hantu perempuan, tidak pernah dapat aku bayangkan sebelumnya. Cerita ini bermula sekitar tahun 2013. Waktu itu kebetulan malam jumat dan pada saat itu aku dan teman-teman sedang berkumpul dirumahku maklum masih ABG jadi sering ngumpul, jam sudah terlihat pukul 21.30 WITA terlihat satu persatu dari temanku mulai berpamitan untuk pulang. Ibuku sempat berkata padaku “Dewi, pamali buka pintu malam-malam apa lagi ini malam jumat”.

Maklum ibuku masih sarat dengan mitos didaerah asalnya yaitu Bugis. Tapi yah namanya juga anak muda, masalah seperti itu tidak pernah menjadi persoalan. Tapi ketika malam telah larut aku dan adik ku segera ke kamar tidur awalnya belum ada perasaan aneh. Aku coba menyalakan tv lalu aku melihat adik ku sudah tidur tapi aku masih melanjutkan nonton tv.

Kejadian aneh mulai terasa ketika aku sedang asik menonton tiba-tiba tangga yang terbuat dari kayu menuju kamarku terdengar seperti ada orang yang menaikinya sangat terasa sebab tangga itu terbuat dari kayu, dan terdengar dari luar kamar seperti orang yang sedang memainkan kain/sarung. Konon menurut orangtuaku kalau mendengar suara seperti itu artinya itu menandakan ada parakang (bahasa bugis) atau setan.

Aku mencoba membaca doa tapi dia terasa semakin dekat tanpa sadar dia (hantu itu) mencoba mendorong pintu kamarku sontak aku mencoba berinteraksi dengan hantu itu, “maaf jangan ganggu saya, karena saya tidak menganggu kalian” tiba-tiba suara itu hilang dan aku mencoba untuk membangunkan adik ku dan turun dari kamarku pindah di ruang tamu untuk tidur.

Esok paginya aku ceritakan semuanya ke ibuku tapi ibu malah bilang kalau itu dia dan hanya ingin bercanda denganku, aku lantas tidak percaya begitu saja. Siang itu teman papa aku datang untuk bertamu di rumahku tetapi pandangannya tidak lepas dari arah loteng rumahku tepatnya di depan kamar aku, dan ibuku mencoba bertanya pada teman papaku itu.

Ternyata dia melihat perempuan memakai baju putih dan berambut panjang duduk di depan meja belajarku sontak aku dan semua yang ada di rumahku kaget dan sedikit takut mendengar teman papaku berbicara seperti itu. Katanya dia ingin berteman dengan aku dan ingin bercerita denganku, “what.. aku kaget ternyata hantupun mau berteman denganku” teman papaku lalu coba berinteraksi dengan si hantu itu rupanya dia ingin keluar dari rumah aku karena rumah aku seperti dibentengi dengan lafadz Al-Qur’an dan dia sangat kepanasan makanya dia coba mengangguku.

Akhirnya lewat teman papaku itu hantu itu di keluarkan dari rumah aku, sebelum hantu itu keluar aku melihat ada kupu-kupu coklat lewat di depan kamarku kata teman papaku dia mengikuti kupu-kupu itu keluar dari rumahku. dan setelah itu kamar dan rumahku lepas dari kejadian-kejadian aneh dari hantu perempuan itu, Alhamdulillah.

Sunday, September 4, 2016

CERITA SETAN HANTU BERWAJAH PUCAT DI TOILET

CERITA SETAN HANTU BERWAJAH PUCAT DI TOILET

CERITA SETAN HANTU BERWAJAH PUCAT DI TOILET

KuCeTan.blogspot.co.id kali ini membagikan Cerita-Cerita Setan yang Menakutkan yang merupakan Cerita Horor, Kisah Nyata, dan Kisah Misteri. Pengalaman mistis yang tidak akan terlupakan dan membuat ketakutan serta bulu kuduk berdiri akan dirasakan. Untuk itu silahkan disimak Cerita-Cerita Setan yang Menakutkan ini :

Saya akan menceritakan pengalaman sahabat saya. Langsung ke cerita ya. Yanti itu sahabat saya, belum genap sebulan bekerja sebagai customer service di salah satu perusahaan provider telepon seluler di surabaya. Biasanya, dia tidak masuk pada hari minggu. Tapi, giliran hari libur di rolling, ia pun masuk kerja pada hari minggu dengan terpaksa.

Yanti baru tahu, kalau minggu tidak ramai seperti hari biasa. Apalagi di atas jam dua siang, hanya terhitung cuma satu atau dua pelanggan yang datang. Dan jam empat sore, sudah sepi. Kantor tutup jam 5 sore. Yanti menuju ke toilet, mau buang air kecil dan cuci muka. Awalnya biasa-biasa saja. Tapi setelah cuci muka yanti merasa ada yang memperhatikan. Dia berusaha cuek dan tidak menghiraukannya. Setelah cuci muka, yanti bercemin. Saat itulah merasa hawa dingin dan tidak seperti biasanya di dalam toilet itu.

Hawanya dingin banget di toilet, sampai menggigil. Lalu bulu kuduknya mulai berdiri. Tiba-tiba yanti mendengar ada suara ketawa ditelinga sebelah kirinya. Hanya sekali ketawa, setelah itu tidak terdengar lagi. Namun setelah itu ia mendengar suara wanita berteriak dari dalam sebuah ruangan di toilet itu. Ditengah rasa takut, ia beranikan membuka pintu toilet di arah suara teriakan yang didengarnya tadi untuk mencari tahu siapa yang berteriak. Ketika ia buka pintu toiletnya, nggak ada siapa-siapa di dalam.

Yanti pun kembali ke depan cermin untuk mengoleskan sabun pembersih diwajahnya. Setelah yanti mengoleskan sabun pembersih muka, tiba-tiba suara ketawa itu pun kembali terdengar di telinga kirinya. Segera ia membasuh wajahnya dan ingin cepat-cepat meninggalkan toilet. Namun ketika wajahnya menghadap ke cermin yang tepat berada di hadapannya, ia kaget setengah mati karena di cermin itu tampak bayangan wanita bermuka pucat.

Lingkar matanya hitam dan rambutnya panjang acak-acakan. Tak salah lagi, pastilah hantu wanita ini yang dari tadi yang ketawa ke telinganya. Yanti pun segera ambil langkah seribu. Satpam yang berjaga sampai bingung sendiri melihat yanti lari keluar begitu saja meninggalkan kantor tanpa pamit.

Saturday, September 3, 2016

CERITA SETAN SUMUR TUA BELAKANG GANG

CERITA SETAN SUMUR TUA BELAKANG GANG



KuCeTan.blogspot.co.id kali ini membagikan Cerita-Cerita Setan yang Menakutkan yang merupakan Cerita Horor, Kisah Nyata, dan Kisah Misteri. Pengalaman mistis yang tidak akan terlupakan dan membuat ketakutan serta bulu kuduk berdiri akan dirasakan. Untuk itu silahkan disimak Cerita-Cerita Setan yang Menakutkan ini :

Pagi semua, saya akan bercerita tentang pengalaman saya yang menurut saya paling seram. Malam itu (lupa tanggal kapan) sekitar tahun 2014 saya lagi begadang dengan teman-teman 1 gang saya. Gang saya itu panjangnya kira kira 100 meter dan buntu dibelakang gang itu ada sekolah lama dan sumur tua. Jadi saya dan teman-teman saya mencoba untuk bermain ke sumur tua tersebut.

Pada waktu perjalanan angin bertiup sangat kencang suasana sangat mencekam karena itu jam 1 malam. Sesampai di sumur, pundak saya terasa berat seperti ada yang sedang gendong di pundak ini. Namun tidak terlalu saya pikirkan karna saya pikir saya kecapean, namun gak berapa lama kemudian ada yang berbisik kepada saya “lihat kebelakang, lihat kebelakang”.

Dengan suara yang sangat lembut, dan saya baru sadar saat itu teman saya sudah tidak ada dihadapan saya. Entah kemana mereka pergi, saya sangat ketakutan seorang diri, dan ketika saya putar badan saya ada kuntilanak yang bajunya berlumuran darah wajahnya pucat dan wajahnya itu sebagian rusak sebagian bagus senyumnya lebar hingga ke telinga. Dia ketawa cekikikan sambil terbang terbang.

Setelah melihat itu saya kemudian lari terbirit-birit ke rumah, saat dirumah saya bercerita kepada ibu saya tentang peristiwa tersebut. Dan ibu saya bercerita kalau setan kuntilanak tersebut dahulunya adalah gadis yang cantik dan dia mati karna digauli dengan ayahnya sendiri sampai dilempar kedalam sumur tersebut. demikian cerita dari saya minta maaf kalau tidak menakutkan.

CERITA SETAN HANTU JABANG BAYI

CERITA SETAN HANTU JABANG BAYI

CERITA SETAN HANTU JABANG BAYI

KuCeTan.blogspot.co.id kali ini membagikan Cerita-Cerita Setan yang Menakutkan yang merupakan Cerita Horor, Kisah Nyata, dan Kisah Misteri. Pengalaman mistis yang tidak akan terlupakan dan membuat ketakutan serta bulu kuduk berdiri akan dirasakan. Untuk itu silahkan disimak Cerita-Cerita Setan yang Menakutkan ini :


Malam itu saudara-saudara saya datang ke rumah karena lagi silaturahmi gitu. Karna malam nya sedang hujan lebat, mereka terpaksa menginap di rumah saya. “eleh, terpaksa apanya! Mereka pasti senang nginap disini, toh dapet makanan dan tidur gratis kan” dumel saya sebal sembari menggigit tali yang terpasang di guling kamar. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu membuat saya menyaut “masuk!!” dengan keras.

Muncul sosok tante saya yang masih cantik walau sudah janda. Dia juga salah satu saudara yang sedang menginap. “indah lagi apa nih? Protes ya kita kita nginap disini?” tanya tante sembari berjalan dan ikut berbaring di tempat sebelah saya. “Nggak kok tant, tapi tante sendiri ngapain kesini?” tanya saya mengalihkan pembicaraan. Gengsi donk kalau ngaku nggak suka dengan kehadiran mereka disini?.

“Nggak kok! cuman mau cerita-cerita aja, boleh kan?” tanyanya. Sebagai jawaban saya hanya mengangguk saja. Tante menceritakan tentang keguguran nya saat sudah sembilan bulan, sampai dirinya tak bisa hamil lagi dan ditinggalkan oleh om saya membuat hati saya terenyuh. Tapi Apalah daya, saya hanya bisa mengatakan “sabar aja tante, yang sudah berlalu lupakan saja” saat dia mulai sesenggukan.

Mungkin karna mendengar suara tante yang merdu atau karna mengantuk mata saya mulai kehilangan keseimbangan, sampai menutup dikala tante masih bercerita. Entah sudah berapa jam saya tertidur, sampai sayup-sayup terdengar suara tangisan bayi membuat saya terbangun. Saya melihat sekeliling, tidak ada siapa-siapa termasuk tante.

Ah mungkin hanya halusinasi saja. Saya mencoba berpositif thinking dengan keluar dari kamar dan menuju ke dapur hendak mengambil air putih, entah kenapa tenggorokan saya jadi kering dan minta diguyur. Mungkin dehidrasi karna malam ini hujan turun sangat deras (lho?). Setelah memberi minum pada tenggorokan, saya mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan, hanya untuk memastikan kalau rumah ini aman tanpa adanya maling.

Tapi pandangan saya terjatuh pada satu titik, dimana saya melihat sesosok kecil berwarna krem daging tengah berdiri di pintu utama. Posisi saya dengan benda itu lumayan jauh membuat saya merasa tertantang untuk melihatnya lebih dekat. Setelah berjarak lumayan dekat saya menjadi terpaku ditempat. Tubuh saya seolah membeku, saat melihat sesosok kecil seperti bayi dengan keadaan hanya daging tanpa kulit tengah menyeringai dan melotot ke arah saya. (jangan dibayangkan!).

Sungguh ini sangat menyeramkan, sampai-sampai saya pingsan karna tak sanggup melihat hantu bayi tanpa kulit itu. Esoknya saya terbangun dengan keadaan di kamar dan dikelilingi oleh keluarga besar. Saya langsung menceritakan semuanya pada mereka membuat mereka terkejut. “Tante juga melihatnya saat sudah keguguran, sama seperti kamu malam itu tengah turun hujan gelap” sahut tante membuat saya bergidik. Makanya jangan terbangun disaat malam tengah hujan deras, konon katanya jabang bayi itu akan muncul disaat kamu tertidur pulas dan tengah hujan. Jangan sekali-kali melakukannya! Siapa tahu dia sedang berdiri di depanmu?.

Thursday, September 1, 2016

CERITA SETAN CAMPING DI GUNUNG SIBAYAK

CERITA SETAN CAMPING DI GUNUNG SIBAYAK

CERITA SETAN CAMPING DI GUNUNG SIBAYAK


KuCeTan.blogspot.co.id kali ini membagikan Cerita-Cerita Setan yang Menakutkan yang merupakan Cerita Horor, Kisah Nyata, dan Kisah Misteri. Pengalaman mistis yang tidak akan terlupakan dan membuat ketakutan serta bulu kuduk berdiri akan dirasakan. Untuk itu silahkan disimak Cerita-Cerita Setan yang Menakutkan ini :

Pagi semua, perkenalkan nama saya fatwa agung. Bisa dipanggil fatwa bisa juga dipanggil agung, kali ini saya mau cerita tentang pengalaman saya di gunung sibayak, pengalaman ini terjadi pas hari sabtu lalu (malam minggu). Saya berangkat ke sibayak bersama 5 orang teman saya, sebelum kami menaiki gunung sibayak kami berdoa terlebih dahulu, selesai berdoa kami langsung pergi.

Pada saat diperjalanan saya banyak sekali mengalami hal-hal aneh. Seperti melihat bayangan orang terbang, ada yang memanggil, dan seperti ada yang mengikutiku padahal aku yang paling belakang diantara teman-temanku. Jam mulai menunjukkan pukul 11 malam kami hampir sampai dipuncak gunung sibayak namun tiba-tiba ada teman saya yang kelelahan dan kami istirahat sebentar.

Saat istirahat teman saya berkata “fat ada yang ngikutin tuh” memang teman saya ini peka terhadap hal-hal gaib seperti itu. Saya sedikit takut mendengarkan omongannya tapi saya diami saja. Gak berapa lama kami jalan lagi, dan akhirnyaa sampai di puncak, kami langsung mendirikan tenda. Saat mendirikan tenda tiba-tiba saya melihat pocong sedang berdiri dibelakang tenda.

Saya terkejut, dalam sekejap mata pocong itu hilang lagi. Tenda sudah selesai didirikan saya bergegas masuk ke dalam tenda untuk tidur. Pada pukul 4 pagi saya bangun dan saya melihat bahwa pocong tersebut juga ada didalam tenda saya, yaitu berada disamping saya. Sekian cerita dari saya maaf kalau tidak seram.

Wednesday, August 31, 2016

CERITA SETAN ARWAH POCONG PENASARAN

CERITA SETAN ARWAH POCONG PENASARAN

CERITA SETAN ARWAH POCONG PENASARAN

KuCeTan.blogspot.co.id kali ini membagikan Cerita-Cerita Setan yang Menakutkan yang merupakan Cerita Horor, Kisah Nyata, dan Kisah Misteri. Pengalaman mistis yang tidak akan terlupakan dan membuat ketakutan serta bulu kuduk berdiri akan dirasakan. Untuk itu silahkan disimak Cerita-Cerita Setan yang Menakutkan ini :

Assalamualaikum sahabat KCS, perkenalkan namaku Astri Mustika Weni tapi biasa dipanggil Weni, aku tinggal di Kabupaten Mojokerto, tepatnya Kecamatan Kutorejo, Jawa Timur. Selama ini aku cuma jadi silent reader, sekarang aku mau membagikan pengalamanku kepada sahabat KCS, langsung saja ya ke cerita.

Malam itu entah hari apa aku lupa, namaku Arif, aku berdomisili di Riau. Ini kisahku. Dimana aku bertemu arwah penasaran yang berbentuk pocong. Hari itu aku pergi ke rumah temanku karena ada suatu keperluan.

Aku berangkat sendirian menggunakan motor. Aku cukup lama berada di rumah temanku itu, hingga tak terasa hari sudah larut malam. Setelah urusanku selesai aku segera pamit pulang. Ku starter motorku dan meninggalkan rumah temanku. Malam semakin larut, kendaraan pun jarang yang melintas. Awalnya aku biasa saja, aku tak berfikir apa pun saat itu.

Namun di tengah perjalanan motor yang aku kendarai tiba-tiba terasa berat, seperti sedang membonceng seseorang. Karena firasatku mulai tidak enak, aku memastikan ada apa di belakangku melalui kaca spion. Dan astaghfirullah, ternyata dibelakangku duduk sosok pocong. Betapa kagetnya aku, aku tetap berusaha tenang meskipun keringat dingin sudah membasahi tubuhku.

Sosok itu berbicara padaku “Mas lain kali numpang sampai perempatan TPU” dan aku jawab “Iya cong kalau aku lewat gak apa, asal jangan ganggu” setelah bicara demikian, entah kapan dan dimana sosok itu hilang, yang jelas aku tak melihat keberadaannya dari kaca spion. Hari demi hari telah berlalu, kini tiba hari sabtu, dimana para muda mudi melakukan ritual malam minggu, begitu juga dengan ku.

Seperti pemuda lain, aku juga malam mingguan. Tak disangka, aku kira hanya manusia yang malam mingguan, ternyata MG (Mahluk Gaib) juga ikutan. Sosok pocong itu kembali menghadangku, kali ini dia memberiku selembar foto wanita beserta sebuah surat. Ini foto calon istriku yang berada di Bandung, aku meninggal saat dalam perjalanan menuju rumahnya.

Motor yang ku kendarai tertabrak oleh sebuah truk yang sedang melaju kencang. Bisakah kamu mengantar foto beserta surat ini padanya? dan sampaikan salam rinduku, aku minta maaf atas semua kesalahanku ke kamu. Setelah berbicara demikian, sosok itu hilang dan tak pernah muncul. Dia muncul kembali ketika surat dan foto itu sampai di alamat tujuan.

Tuesday, August 30, 2016

CERITA SETAN SUMUR TUA SEKOLAH

CERITA SETAN SUMUR TUA SEKOLAH

CERITA SETAN SUMUR TUA SEKOLAH

KuCeTan.blogspot.co.id kali ini membagikan Cerita-Cerita Setan yang Menakutkan yang merupakan Cerita Horor, Kisah Nyata, dan Kisah Misteri. Pengalaman mistis yang tidak akan terlupakan dan membuat ketakutan serta bulu kuduk berdiri akan dirasakan. Untuk itu silahkan disimak Cerita-Cerita Setan yang Menakutkan ini :

Namaku Felicia, biasa dipanggil feli dan aku sama sekali tidak tertarik dengan hantu, jin atau masih keluarganya bukan karena tidak percaya tapi karena cerita hantu dapat membuat sebuah imajinasi ketakutanku sendiri. Sederhana bukan, maka dari itu sejak kecil aku selalu menjaga jarak ketika ada beberapa temanku yang sedang berkumpul dan bercerita soal hantu. Tapi pada siang itu saat aku dan teman sepupuku david sedang bosan dikelas tanpa sengaja aku mendengar sebuah cerita hantu darinya. Saat itu david sedang cerita sebuah misteri sumur tua di sekolahku.

Memang dibelakang sekolahku ada sumur tua yang sudah tidak dipakai, sumur itu diberi pagar agar tidak ada orang yang mendekatinya. David melanjutkan ceritanya dengan suara yang lebih dipelankan, david bilang karena wanita itu meronta-ronta, wanita itu didorong dengan kawat berduri oleh si pelaku lalu tertusuk dan meninggal.

Mayat wanita itupun dibuang di sumur tua itu, konon arwahnya masih penasaran dan ingin balas dendam dan tanpa kusadari bulu kuduk sudah berdiri semua dan wajah david sudah berada didepanku sekarang. Dia langsung tertawa terbahak-bahak dengan ekspresiku yang ketakutan. Aku langsung meninju bahunya dengan keras, sambil mengusap-usap pundaknya david menekankan kalo cerita ini tidak dikarang olehnya.

Dia tau cerita ini dari tukang sumur disekolah, cerita dari david membuatku tidak dapat fokus pada pelajaran selanjutnya. Sampai selesai sekolah aku malah tertelan dengan imajinasiku sendiri. Sosok mayat perempuan itu dibunuh dan bagaimana mayatnya dibuang, bayangan-bayangan itu terus muncul berulang-ulang tanpa bisa aku cegah. Bahkan bayangan-bayangan itu masih ada dikepalaku hingga esok harinya. Saat itu jam 5:30 pagi dan aku sudah berada disekolah, aku termasuk diantara siswa-siswi yang masuk paling pagi disekolah.

Aku melakukannya bukan karena ingin belajar disekolah atau karena rumahku jauh tapi karena aku ingin sarapan dikantin sekolah. Keluargaku tidak pernah membuatkan sarapan pagi dan aku biasa diberikan uang jajan ekstra untuk sarapan diluar. Aku membuka pintu kelas yang pintunya masih tertutup rapat, terlihat sebuah bangku yang terbalik di atas meja dan belum ada yang datang lalu aku mengangkat bangku diatas meja lalu meletakannya kebawah.

Aku menyimpan tas lalu berjalan keluar kelas dan menuju kantin yang terpisah dari gedung kelas. Ketika berjalan, aku melihat suasana sekolah yang sangat sepi. Sepertinya murid yang datang baru aku seorang, langit gelap dan rintikan hujan pada pagi itu tampaknya membuat para murid enggan beranjak dari kasur masing-masing. Dijalan setapak menuju kantin, aku menoleh ke arah sumur itu.

Bayangan sosok perempuan itu kembali muncul didalam benak. Aku langsung mempercepat langkahku menuju kantin, di kantin juga masih sepi penjual makanan yang baru buka cuma tukang nasi uduk dan tidak lama aku sudah duduk di meja kantin menyantap seporsi nasi uduk dengan ayam goreng. Setelah makan, aku berjalan menuju wastafel kantin untuk mencuci tangan. Wastafel kantin letaknya berseberangan dengan sumur itu.

Jadi mau tidak mau pandanganku kembali terpaku pada sumur itu dan waktu aku hendak menoleh untuk mengambil sabun sekilas dari dalam sumur itu ada sosok wajah tanpa tubuh dan rambut panjang yang sedang memperhatikanku. Astaga, aku reflek langsung menundukan wajahku ke wastafel dan aku langsung mematikan air lalu berjalan lagi ke arah kantin tanpa menoleh lagi ke sumur. Tukang nasi uduk itu menanyakan wajahku yang pucat dan ketakutan saat aku sedang membayar. Aku berkata dengan terbata-bata kalo habis melihat hantu disumur.

Tukang nasi uduk itu kaget dan langsung melihat ke arah sumur, dia bilang kalo disana tidak ada apapun. Sekarang aku berani melihat ke arah sumur itu, dan wajah perempuan yang kulihat tadi memang sudah menghilang. Aku menghela nafas panjang, namun hawa dingin terasa semakin menusuk padahal aku sudah memakai jaket tebal.

Kantin sekolahku bentuknya memang terbuka tanpa ada dinding dan jendela. Karena sudah tidak kuat dengan hawa dingin, aku memutuskan pergi masuk kedalam kelas untuk menghangatkan diri. Aku berjalan dengan cepat dari kantin menuju gedung sekolah. Saat melewati sumur awalnya aku tidak merasakan apapun tapi tiba-tiba seperti ada yang memanggilku.

Aku menolah ke belakang namun tidak ada siapa-siapa, dan tiba-tiba suara itu terdengar seperti suara orang minta tolong. Suara minta tolong itu ternyata berasal dari sumur, aku menelan ludah dan dari pagar sumur itu muncul dua pasang tangan. Tangan itu berpegangan pada pagar sumur seolah ada seseorang yang hendak memanjat keluar dari sana.

Gawat, pasti ada seseorang yang terpeleset ke arah sumur itu. Aku langsung berlari menuju ke sumur itu dan aku berhasil meraih salah satu tangannya dan menarik kuat keluar sambil berteriak minta tolong. Tapi tangan ini malah seakan menarik aku masuk ke dalam sumur. Astaga, orang ini seperti ingin ikut memasukan aku ke dalam sumur.

Saat itu aku hampir terjerembab kedalam sumur dan bisa melihat wajahnya. Sosok yang menarik aku itu adalah seorang perempuan, dan dia persis dengan yang tadi aku lihat. Perempuan itu wajahnya rusak, di pipinya banyak luka tusukan dan gesekan lalu matanya melotot kepadaku. Aku mencoba untuk berteriak tapi suaraku seperti tertahan.

Aku hanya bisa menangis sambil merengek kepadanya untuk meminta melepaskan aku. Anehnya, setelah aku merengek kepadanya dia langsung melonggarkan cengkramannya ditanganku. Matanya sudah tidak lagi melotot, matanya sekarang memancarkan ekspresi sedih. Dia melepaskan pegangan tangannya dan kembali masuk kedalam sumur.

Aku melongok ke dalam sumur dan yang aku lihat hanya kegelapan tanpa dasar. Barulah saat itu aku dapat berteriak, kemudian lari terbirit-birit. Tukang nasi uduk muncul dan heran melihat aku berlari ketakutan. Aku berkata, kalo aku diganggu lagi oleh hantu sumur yang tadi aku ceritakan kepadanya dan dia berjalan menuju sumur sambil melihat kedalam sumur itu.

Katanya dia tidak melihat apa-apa dan dia bilang mungkin yang tadi aku alami hanya khayalanku saja. Aku bisa membedakan mana khayalan dan mana yang bukan, aku berjalan kembali ke kelas dan duduk dibangku. Aku mulai ragu dengan apa yang aku alami, mungkinkah tadi itu hanya khayalanku saja dan tidak lama david datang dan duduk disebelahku.

Dia melihatku dan langsung kaget, “hey tangan lu kenapa?” aku melihat tanganku dan dikeduanya ada bekas cakaran kuku. Singkat cerita aku mengatakan kepada david, kalo aku diganggu oleh hantu penunggu sumur tua dan aku menceritakan kepadanya apa yang aku alami dari awal sampai akhir. David heran dibagian hantu itu memutuskan untuk kembali kedalam sumur, aku juga tidak habis pikir kenapa atau mungkin saja karena aku menangis dan meronta, hantu itu teringat pada peristiwa saat dia terbunuh dan langsung mengurungkan niatnya, ya mungkin saja seperti itu!.

Monday, August 29, 2016

CERITA SETAN PENJAGA GAWANG SEPAK BOLA

CERITA SETAN PENJAGA GAWANG SEPAK BOLA

CERITA SETAN PENJAGA GAWANG SEPAK BOLA

KuCeTan.blogspot.co.id kali ini membagikan Cerita-Cerita Setan yang Menakutkan yang merupakan Cerita Horor, Kisah Nyata, dan Kisah Misteri. Pengalaman mistis yang tidak akan terlupakan dan membuat ketakutan serta bulu kuduk berdiri akan dirasakan. Untuk itu silahkan disimak Cerita-Cerita Setan yang Menakutkan ini :

Bagaimana caranya pembaca kucetan.blogspot.co.id tau sebuah tempat itu angker atau tidak. Kebanyakan pasti akan menilai dari kondisi fisik tempat itu. Kita selalu mengira bahwa makhluk gaib pasti akan menempati tempat yang kotor dan jauh dari kegiatan manusia. Misalnya dirumah tua, pemakaman, gua, hutan dan lainnya namun jangan salah karena ternyata makhluk gaib juga tinggal ditempat-tempat yang tidak kita duga.

Mungkin seperti lapangan sepak bola itulah yang menjadi pengalamanku beberapa waktu yang lalu. Aku febri, aku tinggal di sebuah rumah di komplek perumahan. Pada saat itu ada pertandingan bola di komplek perumahanku, karena menjelang hari kemerdekaan. Aku tidak ingin melewati kesempatan ini dan langsung mendaftarkan diri untuk ikut. Sebenarnya ada lomba lain yang diadakan, namun aku tidak tertarik. Setelah aku bersama temanku mendaftar maka kami dibentuk menjadi tim lalu dikelompokan lagi.

Aku cukup antusias dengan diadakannya turnamen ini dan bertekad untuk menjuarainya, lalu hari pertandingan pun tiba dan aku sampai di lapangan lebih awal. Saat itu belum terlalu banyak orang disana, hanya ada beberapa panitia karang taruna yang lalu lalang dan juga ada petugas kelurahan yang datang. Mereka sibuk mengatur lapangan, aku hanya duduk terdiam di samping lapangan melihat kesibukan mereka.

Tiba-tiba, aku ingin buang air kecil. Aku mencari tempat yang strategis untuk melakukannya, ketika melihat tiang gawang sepak bola di ujung lapangan. Terlintas dalam benak untuk melakukan sebuah ritual yang ritual ini bisa mendapatkan kemujuran. Aku bangkit dan menuju ke tiang lapangan yang berada di ujung gawang sepak bola itu.

Aku berjalan mendekati tiang gawang sepak bola dan berada tepat disebelahnya, aku melihat kanan dan kiri sepi dan tidak ada orang yang melihat. Aku pun buang air kecil di tiang gawang itu, katanya sih bisa mendatangkan kemujuran. Setelah itu aku kembali ke sisi lapangan dan duduk dengan tenang lalu tidak lama setelah itu lapangan dipenuhi orang-orang yang mengikuti lomba. Teman satu tim sudah hampir lengkap, setengah jam kemudian setelah acara dibuka lomba pun dimulai.

Pertama-tama kami sudah harus menghadapi tim dari RT yang kuat, aku menyemangati timku dan bilang. “Tenang aja, kita pasti menang.” dan benar saja, kami menang dari mereka meskipun skornya tipis. Pertandingan berikutnya pun berhasil kami menangi, dan karena hari sudah sore turnamen dilanjutkan esok harinya. Aku dan teman satu tim pulang dengan gembira, karena berhasil maju ke final untuk besok dan malam harinya aku tidur dengan nyenyak.

Namun tiba-tiba aku terbangun, aku merasa seperti ada benda dingin yang menyentuh pipiku. Reflek aku mengusap pipiku, dan bermaksud mengenali benda apa itu namun tanganku tidak menyentuh apa-apa. Aku mengubah posisi tidurku, yang tadinya menyamping menjadi terlentang. Tiba-tiba aku mencium bau yang sangat busuk, baunya seperti bau bangkai dan benda dingin itu sekarang menerpa hidungku.

Sontak aku membuka mataku dan ada sepasang telapak kaki melayang diatas wajahku. Bergerak perlahan ke kiri dan ke kanan, aku sontak melompat bangun dan terjatuh dari ranjang. Dan ketika aku melihat, dilangit-langit kamarku ada seorang pria yang tergantung. Pria itu seperti tergantung di atas langit-langit kamarku dengan seutas tali terlilit di lehernya. Kepala pria itu tertengkuk ke samping, mulutnya menganga lebar dan lidahnya terjulur keluar.

Wajah pria itu sangat pucat sambil matanya melotot ke arahku, pria itu kemudian meronta-ronta dengan tali masih di lehernya. Dia sepertinya ingin melepaskan diri dari ikatan lehernya dan dia jatuh tepat diatasku. Ini siapa yang mengaji, kepalaku terasa pening sekali dan badanku terasa berat. Aku membuka mata dan menemukan diriku sedang berada di tengah-tengah banyak orang yang berada didalam kamarku.

Aku mencoba bangkit namun, aku terjatuh kembali ke tempat tidur karena tidak kuat. Kedua orangtuaku langsung menceritakan apa yang terjadi. Ibuku, terlihat menangis sambil memberitahuku kalo aku kesurupan. Orang-orang yang berada didalam kamar ini adalah ustad dan para tetangga yang dari tadi sedang mendoakanku. Aku langsung teringat dengan sosok pria yang tergantung dikamarku dan aku langsung menceritakannya kepada meraka.

Kedua orangtua dan para tetanggaku mendengar cerita dariku sambil mengangguk seolah mereka sudah mengerti kejadiannya. Pak ustad ganti bercerita, kalo tadi aku kesurupan seperti orang gila. Aku berteriak dan tertawa nada bicaraku juga agak berbeda, aku berbicara sedikit dengan tersendat-sendat dan seperti orang yang sedang tercekik. Lalu kata beliau, aku berbicara sambil menekuk leherku.

Pak ustad kemudian bertanya apakah aku sudah melakukan tindakan yang aneh akhir-akhir ini, aku lalu bercerita bahwa aku buang air kecil disebuah tiang gawang. Pak ustad mengangguk, dia sudah paham dan ingin mendengar ceritanya dariku langsung. Kemudian beliau menceritakan kalo tadi, hantu yang masuk kedalam diriku sempat tidak mau pergi.

Hantu itu berkata, bahwa dia ingin membawaku atau membuatku meninggal. Karena sudah kurang ajar buang air sembarangan ditempat kediamannya. Aku tambah ngeri dan langsung meminta maaf pada pak ustad, lalu pak ustad membalas kalo aku tidak perlu meminta maaf kepada dirinya dan aku lain kali jangan sembarang lagi. Pak ustad kemudian melanjutkan ceritanya, dulu sekitar tahun 70 ada seorang pria yang gantung diri di tiang gawang sepak bola itu, konon dia gantung diri karena dicecar dipekerjaannya lalu frustasi tidak bisa lagi menghidupi keluarganya.

Siang itu aku datang ke lapangan, aku datang bukan untuk kembali main sepak bola melainkan untuk minta maaf kepada penunggu tiang gawang sepak bola itu. Aku menyirami tiang gawang itu dengan ember berisi air yang aku bawa. Semenjak kejadian itu, aku tidak berani lagi lewat lapangan sepak bola itu sendirian ketika malam hari. Aku takut jika aku melihat ke arah tiang gawang aku akan melihat sesosok pria yang tergantung di tiang gawang sepak bola itu.

Saturday, August 27, 2016

CERITA SETAN MISTERI TAMAN DI RUANG BAWAH TANAH

CERITA SETAN MISTERI TAMAN DI RUANG BAWAH TANAH

MISTERI TAMAN DI RUANG BAWAH TANAH

KuCeTan.blogspot.co.id kali ini membagikan Cerita-Cerita Setan yang Menakutkan yang merupakan Cerita Horor, Kisah Nyata, dan Kisah Misteri. Pengalaman mistis yang tidak akan terlupakan dan membuat ketakutan serta bulu kuduk berdiri akan dirasakan. Untuk itu silahkan disimak Cerita-Cerita Setan yang Menakutkan ini :

Aku ingin menceritakan sebuah taman yang berada di ruang bawah tanah, begini kisahnya. Pada suatu hari aku dan keluargaku pindah rumah karena rumahku yang dulu kecil, maka keluargaku memilih mencari rumah yang lebih besar dari rumahku yang dulu. Aku sangat senang karena memiliki rumah baru dan juga aku tidak perlu pindah sekolah. Aku juga ijin tidak masuk ke sekolah karena harus membantu keluargaku memindahkan dan merapikan barang-barang.

Pagi harinya aku sudah masuk sekolah. Teman-temanku banyak yang bertanya tentang rumah baruku itu, dari pada aku harus menjawab pertanyaan mereka satu per satu aku ajak saja mereka kerumahku lagi pula orang tuaku juga kerja, dan adikku nanti pulangnya dari sekolah ketempat nenek. Teman-temanku juga setuju karena mereka sangat penasaran dan mereka juga gak mau ketinggalan berita tentang apa pun termasuk rumah baruku.

Setelah pulang sekolah aku dan teman teman langsung menuju rumahku. Sampailah dirumah aku langsung ganti baju dan bermain. Salah satu temanku ada yang mengajak bermain petak umpet, lalu kami setuju. Setelah hom pim pah ternyata yang jadi aku, aku pun mulai menutup mata dan menghitung 1 – 15 setelah selesai menghitung, aku segera mencari temanku. Saat aku sedang mencari mereka, ada salah satu temanku yaitu Lusy yang memanggil aku.

Lusy : Sya, cepat kesini.
Aku : Kamu dimana Sy?
Lusi : Di dekat tangga.

Lalu aku segera menuju ke tangga dan bertannya kepada lusy, mengapa dia menyuruhku kesana.

Aku : Ada apa Sy?
Lusy : Lihat ini (kata Lusy sambil menunjuk ke sebuah pintu kecil).
Aku : Pintu apa ini?
Lusy : Aku juga tidak tau, tapi aku penasaran. Kita masuk kesini aja yuk.
Aku : Iya, aku juga penasaran. Tapi kita panggil teman teman dulu ya.

Setelah memanggil semua temanku, aku lalu masuk ke pintu itu. Setelah didalam kami sangat terkejut karena didalam ada sebuah taman bermain. Lalu kami juga melihat ada anak kecil atau tepatnya hantu anak kecil dengan muka pucat dan ada darah di jidatnya. Kami sangat terkejut dan segera menutup pintu itu. Kami juga berlari keluar rumah.

Setelah temanku pulang kerumah masing masing, tak lama kemudian orang tuaku pulang dari kerja. Aku pun menceritakan semua kepada orang tuaku, setelah itu orang tuaku bertanya kepada penjual rumah, dan penjual rumah itu cerita bahwa sebelum keluargaku tinggal disana, ada keluarga lain yang memiliki seorang anak yang memiliki kelainan. Anak itu bernama Arvin. Karena keluarga itu malu jika semua orang melihat kondisi Arvin, maka mereka membuatkan taman bermain untuk Arvin di dalam ruang bawah tanah.

Namun naas keluarga itu dirampok, tapi seluruh keluarga bisa menyelamatkan diri kecuali Arvin yang sedang bermain di taman bawah tanah itu. Penjahat itu mengetahui Arvin yang sedang bermain disana, mereka juga membunuh Arvin dan jasadnya ditemukan sudah membusuk. Dengan terpaksa warga harus menguburkan jasad Arvin, tapi sampai sekarang arwah Arvin tidak bisa tenang. Setelah mengetahui cerita itu, keluargaku langsung mencari rumah lain untuk kami tempati karena kami takut kalau arwah Arvin bisa membahayakan kami.

Friday, August 26, 2016

CERITA SETAN MELIHAT HANTU DENGAN ASTRAL PROJECTION

CERITA SETAN MELIHAT HANTU DENGAN ASTRAL PROJECTION

CERITA SETAN MELIHAT HANTU DENGAN ASTRAL PROJECTION

KuCeTan.blogspot.co.id kali ini membagikan Cerita-Cerita Setan yang Menakutkan yang merupakan Cerita Horor, Kisah Nyata, dan Kisah Misteri. Pengalaman mistis yang tidak akan terlupakan dan membuat ketakutan serta bulu kuduk berdiri akan dirasakan. Untuk itu silahkan disimak Cerita-Cerita Setan yang Menakutkan ini :

Hai namaku Ami, saya ingin menceritakan sedikit pengalaman yang sering saya alami. Saat ini saya tengah sibuk bekerja sambil kuliah, memang sangat sibuk sekali untuk mengatur jadwal, kuliah ku pada malam hari jadi bisa di perkirakan sampai rumah itu sekitar pukul 10 malam. Suatu saat saya pulang ke rumah dan langsung ganti baju lalu saya pergi ke tempat wudhu untuk mengambil wudhu.

Tempat wudhu di rumah saya itu sebelah kirinya adalah tangga untuk ke loteng dan sebelah kanan nya adalah toren (tempat penampungan air). Di saat saya sedang wudhu, saya merasa ada yang tengah memperhatikan dari arah kiri, yaitu dari arah tangga namun saya tidak memperdulikan itu. Setelah selesai wudhu, saya merasa udara di sekitar saya menjadi dingin padahal tidak ada angin yang masuk ke tempat wudhu itu.

Tanpa fikir panjang pun saya langsung masuk ke dalam kamar untuk sholat dan sesudah itu pun saya mencoba untuk tidur. Badan dan fikiran pun sudah lelah sudah ingin istirahat namun mata saya ternyata tidak. Akhirnya saya pun mencoba melakukan astral projection untuk melihat makhluk apa yang sedang memperhatikanku secara diam-diam tadi.

Saya pun berhasil melakukannya dan saya melihat diri saya sendiri sedang berbaring di atas tempat tidur, lalu saya berjalan ke luar kamar untuk melihat makhluk-makhluk yang ada di luar kamar saya. Dan ternyata cukup banyak! Ada yang sedang duduk di depan tv, ada yang berdiri di dekat tangga, ada yang berdiri di samping toren, ada yang sedang mondar-mandir di teras rumah dan yang menarik adalah makhluk yang sedang duduk di tangga.

Ternyata ‘dia’ lah yang secara diam diam sedang memperhatikan ku dan dia tersenyum seolah melihatku. Aku pun kaget dan segera masuk ke dalam tubuhku lagi, segera baca doa dan memaksakan tidur. Aku memang tidak bisa melihat makhluk selain manusia itu secara langsung, aku harus melakukan astral projection dan itu bisa dimana saja dan kapan saja.

CERITA SETAN KALUNG PEMBAWA PETAKA

CERITA SETAN KALUNG PEMBAWA PETAKA

CERITA SETAN KALUNG PEMBAWA PETAKA


KuCeTan.blogspot.co.id kali ini membagikan Cerita-Cerita Setan yang Menakutkan yang merupakan Cerita Horor, Kisah Nyata, dan Kisah Misteri. Pengalaman mistis yang tidak akan terlupakan dan membuat ketakutan serta bulu kuduk berdiri akan dirasakan. Untuk itu silahkan disimak Cerita-Cerita Setan yang Menakutkan ini :

Hai namaku MiMi, aku akan bercerita tentang sebuah kalung pembawa petaka. Pagi itu seperti biasa aku lari keliling komplek untuk menghangatkan badan, tanpa disengaja aku menginjak sebuah benda yang ternyata itu adalah kalung, aku melihat sekeliling tetapi keadaan masih sepi karena baru pukul 5 pagi. Aku mengambil kalung itu dan duduk dibawah pohon beringin besar yang ada di pinggir jalan menunggu jika ada orang yang mencari kalung itu.

Dua jam menunggu tapi tidak ada satu orang pun yang lewat jalan itu, entah kenapa jalan yang biasanya dipadati kendaraan lalu lalang tiba-tiba menjadi seperti jalan mati tanpa ada satu pun orang yang lewat. Aku melihat kalung itu, aku baru sadar ternyata liontinnya berbentuk huruf M sama seperti namaku, mungkin liontin itu dibuang pemiliknya dan beruntung aku yang menemukannya pas dengan namaku. Aku lalu memasukkan kalung itu kedalam saku.

Sampai rumah aku menuju kamar dan langsung mengambil kalung itu dari saku, aku mencoba memakainya tapi tiba-tiba hawa dingin masuk dan entah kenapa bulu kuduk ku langsung berdiri setelah kalung itu terpasang di leherku. Kemudian aku melihat ke kaca kalung itu memang sangat indah aku tidak akan melepas kalung itu, saat aku melihat kaca lagi dibelakangku ada seorang wanita dengan wajah pucat menatap ke arahku. Aku terkejut dan melihat kebelakang, tapi tidak ada siapa-siapa, aku mulai ketakutan dan berlari keluar.

Malam gelap gulita, hujan turun menambah suasana semakin menyeramkan. Aku duduk di teras rumah sambil membayangkan kejadian siang tadi, sebuah pertanyaan muncul dari pikiranku “Siapa cewek tadi, kenapa dia muncul disaat aku memakai kalung itu, apa dia pemilik kalung sebelumnya, apa dia sudah meninggal, apa dia datang untuk mengambil kalungnya kembali?”. Semakin di Mikir aku semakin takut, lalu tanpa sengaja aku melihat ke sebuah pohon besar disamping rumah.

Jantungku serasa berhenti berdetak saat melihat dibawah pohon itu ada gadis yang muncul dikamarku waktu itu. Dia melihat kearahku dengan tatapan kosong, aku mencoba memberanikan diri menatap gadis itu dalam-dalam. Astaga gadis itu ternyata tidak menapak di tanah dia melayang jadi dia hantu, aku langsung terduduk lemas dan tidak sadarkan diri.

“Kembalikan kalungku” Kata gadis itu.
“Kamu siapa? kenapa kamu mau mengambil kalung ini?” Kataku sambil memegang kalung itu erat-erat.
“Itu kalungku, kembalikan atau kau akan mati” Kata gadis itu dengan tatapan tajam dan tiba-tiba wajahnya berubah mengerikan dan berlumuran darah kemudian semakin mendekat semakin dekat dan langsung mencekik.

“Tidak, jangan!!!”.
“Mi bangun, MiMi!”.
“Jangan!!!” Aku terbangun dengan keringat bercucuran.
“Kamu kenapa Mi?” Tanya mama cemas.
“Aku mimpi buruk ma” Kataku langsung memeluk mama sambil menangis.
“Kamu tenang ya, itu cuma mimpi” kata mama menenangkan.
“Tapi mimpi itu rasanya begitu nyata ma, aku takut!”.

“Tenang ya, kamu kenapa sampai pingsan begitu, kamu sakit?”.
“Tadi aku melihat hantu di pohon samping rumah kita ma”.
“Mungkin itu cuma halusinasi kamu aja” kata mama.
“Enggak ma, tadi itu beneran”.
“Ya sudah, kamu tidur lagi ya?”.
“Nggak, malam ini aku tidur dikamar mama ya, aku takut”.
“Ya sudah, kamu boleh tidur sama mama”.

Hari ini aku berniat ingin membuang kalung itu, semoga setelah kalung itu aku buang semuanya akan berakhir. Aku langsung melempar kalung itu ke tempat aku menemukannya sebelumnya. “Kalung kamu sudah aku kembalikan, jangan ganggu aku lagi” Kataku sambil pergi meninggalkan tempat itu. Malam harinya, kenapa aku nggak bisa tidur, ku lihat sudah jam 1 malam kenapa susah sekali memejamkan mata.

Aku terus memandangi jam berharap bisa cepat tidur, namun tiba-tiba aku mendengar suara merintih minta tolong. Suaranya lirih namun sangat mengerikan, aku langsung berlari kekamar mama, untungnya pintunya nggak dikunci, jadi aku langsung masuk dan tidur disebelah mama.

“Tolong aku, tolong?”.
“Kamu siapa?” tanyaku.
“Tolong bakar kalung itu agar aku bisa pergi dengan tenang” Katanya memohon.
“Kenapa, kenapa aku harus membakar kalung itu?”.
“Karena aku sangat tersiksa” Kata gadis itu kemudian menghilang.
“Tunggu, jangan pergi!”.

“Mi bangun, kamu mimpi lagi?” Suara Mama langsung membangunkanku.
“Iya ma, tapi ini lain sepertinya gadis itu meminta tolong supaya aku membakar kalungnya”.
“Kalung apa sih?” Tanya mama ingin tahu, aku langsung menjelaskan semuanya ke Mama, entah kenapa mama langsung menjadi pucat dan wajahnya berubah tegang seperti ada sesuatu yang disembunyikan.

Besoknya, aku kembali ketempat aku membuang kalung itu. Aku mencari kalung itu namun tidak menemukannya, aku terus mencari dan akhirnya aku menemukannya. Saat aku ingin mengambil kalung itu tiba-tiba kalung itu melayang dan berpindah ke leherku, kalung itu tidak bisa aku lepas. Semakin aku mencoba melepas semakin kalung itu mencekik ku. Aku menjerit-jerit minta tolong, kemudian ada seseorang yang menghampiri aku dan ternyata itu adalah mama.

Entah kenapa mama bisa ada disini lalu mama langsung membantuku melepas kalung itu tapi tetap saja kalung itu tidak bisa lepas. Kemudian mama memohon dan minta tolong agar aku bisa terlepas dari jeratan kalung itu, mama juga sempat mengatakan bahwa aku ini adalah adiknya. Mama meminta jangan membawa aku bersamanya karena mama nggak ingin kejadian yang sama terulang lagi. Aku nggak tau maksud mama apa tapi setelah mengatakan itu kalung itu bisa terlepas.

Aku langsung membuang kalung itu ke tanah dan mama langsung menumpahkan bensin yang dibawanya ke kalung itu kemudian langsung membakarnya. Aku bersyukur bisa terlepas dari kalung petaka itu, saat aku melihat kalung yang terbakar itu aku seperti melihat sosok perempuan waktu itu tersenyum padaku, aku lalu membalas senyumannya. Kemudian aku menanyakan ke mama kenapa mama bisa ada disini dan kenapa kalung itu bisa terlepas setelah mama memohon untuk melepaskan jeratannya, aku terus membujuk mama untuk mengatakan yang sebenarnya sampai akhirnya mama mau menceritakan.

“15 tahun lalu sebelum kamu dilahirkan ada kejadian tragis yang menimpa kakak kamu. Kakak kamu menderita sakit yang sangat parah dan tidak bisa disembuhkan, penyakit itu tergolong langka mama dan papa sudah membawa kakak kamu berobat kemana-mana tapi tetap saja tidak ada hasilnya. Kami hampir putus asa, lalu ada orang pintar yang mengatakan kalau penyakit yang diderita kakak kamu itu disebabkan oleh kalung yang ditemukan kakak kamu dijalan. Kalung itu sudah terkena kutukan dan kakak kamu memakai kalung itu akibatnya dia jadi terkena penyakit yang mematikan itu. Kami lalu membuang kalung itu dan saat kami ingin membakarnya kalung itu tiba-tiba menghilang. Tidak lama kemudian kami mendengar jeritan kakak kamu dari rumah setelah kami lihat ternyata kakak kamu sudah meninggal dengan sangat mengenaskan, kata orang pintar kakak kamu menjadi tumbal dari kalung itu. Rohnya masih terperangkap dikalung itu dan tidak bisa keluar, kalau ada orang yang menemukan kalung itu dan berhasil membakarnya maka roh-roh yang terperangkap di kalung itu bisa terlepas dan pergi dengan tenang”.

“Jadi sebenarnya aku mempunyai kakak ma, kenapa mama baru cerita kejadian ini sekarang?”.
“Mama sudah melupakan kejadian ini tapi saat kamu menceritakan tentang kalung itu mama teringat kembali kejadian masa lalu yang sudah menewaskan kakak kamu. Jadi mama mengikuti kamu dari belakang dan ternyata dugaan mama benar, untungnya kamu tidak telat membuang kalung itu dan kamu tidak bernasib sama seperti kakak kamu, mama bersyukur kamu selamat sayang”.

Kata mama sambil memeluk aku. Aku bahagia bisa terbebas dari kalung petaka itu, namun disisi lain aku sedih kenapa aku baru tau kejadian ini sekarang, jadi sosok perempuan yang ada dimimpiku dan meminta tolong untuk membakar kalung itu mungkin adalah kakak ku dan yang tersenyum tadi adalah kakak ku yang ingin mengucapkan terima kasih dan salam perpisahan.

Thursday, August 25, 2016

CERITA SETAN KAMAR KOST PAKU ALAMAN

CERITA SETAN KAMAR KOST PAKU ALAMAN

CERITA SETAN KAMAR KOST PAKU ALAMAN


KuCeTan.blogspot.co.id kali ini membagikan Cerita-Cerita Setan yang Menakutkan yang merupakan Cerita Horor, Kisah Nyata, dan Kisah Misteri. Pengalaman mistis yang tidak akan terlupakan dan membuat ketakutan serta bulu kuduk berdiri akan dirasakan. Untuk itu silahkan disimak Cerita-Cerita Setan yang Menakutkan ini :

Jogjakarta, Maret 2012. Saat itu saya ditugaskan untuk pembenahan sistem cabang dari pusat perusahaan yang ada di Jakarta, saya tidak begitu kenal dengan daerah ini. Yang saya tau saat itu saya hanya di drop sementara dan diberi waktu dua minggu untuk pemenuhan target pekerjaan saya. Hari pertama dan kedua saya masih tinggal di hotel, seingat saya waktu itu nama daerahnya adalah paku alaman.

Hari ketiga bosan dan tim implementasi lain berangkat ke bali dan surabaya untuk expand market area dan saya ditinggal sendiri sedangkan budget untuk menginap hanya saat bersama tim lain. Otomatis saya segera mencari tempat tinggal sementara tetapi tidak bisa terburu-buru karena siangnya saya masih disibukan oleh pekerjaan saya di kantor cabang ini.

Kamis jam 7 malam, pekerjaan selesai. Saya mulai sibuk memikirkan tempat tinggal sementara, cukup bingung karena ini tempat yang baru bagi saya. Beberapa teman dari divisi kolektor menawarkan bantuan untuk mencari tempat. Singkat cerita saya berdua dengan seorang kolektor berputar-putar area disekitar kantor mencari tempat tinggal sementara sampai jam 10 malam.

Akhirnya kami menemukan tempat tersebut yaitu sebuah kost-kostan 6 kamar dengan konstruksi rumah induk didepan dan sebuah gang kecil sempit sejauh 10 meter kedalam menuju kamar kost nya. Dengan harga yang cukup murah (jogja keren gitu loh). Akhirnya saya mendapatkan sebuah kamar nomor 3 dari urutan terdepan, posisi kamar mandi umum, ada diujung deretan kamar.

Tapi untuk mendapatkan kenyamanan memang butuh perjuangan, kamar yang saya tempati tidak ada lampu, kasur dan lemari sebagai standar kelengkapan kamar kost. Dengan ditemani ibu kost (saya tidak sempat bertanya namanya) kami membuka sebuah kamar paling ujung yang berhadapan dengan tempat mencuci piring dan baju. Saat itu kamar dikunci dari luar, saat dibuka untungnya masih ada kasur dan lampu yang selanjutnya kami pindahkan ke kamar yang siap saya tempati.

Setelah proses pasang lampu dan merapihkan kasur dikamar saya. Si ibu kost dengan tersenyum ramah pamit kepada saya dan tak lupa beliau mengunci pintu kamar yang tadi sempat kami masuki untuk mengambil lampu dan kasur. Setelah berbaring sebentar dan menanggalkan baju, saya keluar sambil membawa perlengkapan mandi (niatnya mau mandi), waktu itu saya ingat sudah jam 23.00 lewat.

Sekedar info, posisinya adalah : keluar dari kamar, letak kamar mandi itu disebelah kanan saya paling ujung setelah melewati 4 kamar kost yang lain. Yang saya baru sadar semuanya kosong dan gelap, sampai disini saya masih merasa santai saja. Pelan-pelan saya berjalan menuju kamar mandi dan menyelesaikan urusan membersihkan badan dalam waktu singkat.

Keluar dari kamar mandi, saya sempat kaget dan teringat waktu saya berjalan kekamar mandi. Seingat saya kamar yang tadi saya dan ibu kost buka itu kan sudah terkunci dan tertutup pintunya. Tapi kok sekilas tadi terbuka lagi ya?. Info tambahan : kalau keluar dari kamar mandi, kamar itu urutan kedua dari sebuah kamar arah sebelah kanan saya. Dan saya lirik dengan ekor mata saya, pintu itu memang terbuka! Sekitar seperempat bukaan.

Mulai dari situ perasaan saya sudah mulai tidak enak, dengan perlahan saya berjalan kembali ke arah kamar saya sambil terus melirik kearah pintu yang terbuka itu yang entah kebetulan atau tidak. Selang sepersekian detik semakin terbuka lebar, saya mulai merasakan efek dan indikasi ketakutan, langkah terasa berat, nafas tersengal, jidat dan tengkuk mulai terasa dingin.

Beberapa langkah lagi menuju pintu kamar saya, saya sempat menghentikan langkah dan terus memaksa diri menatap pintu yang (terbuka lebih lebar) saat saya terpana. Tiba-tiba tanpa ada angin apapun, *brakk! Pintu itu tertutup dengan keras seperti ada dorongan cepat dan kuat dari bagian dalam kamar itu yang sengaja menutupnya.
Saya tersentak dan tersadar, akal sehat saya langsung memberitahukan saya bahwa itu bukan hal lumrah yang bersahabat.

Maka saya berlari dalam beberapa kali lompatan langsung masuk kamar saya dan menutup pintu cepat-cepat. Saat itu saya benar-benar ketakutan dan segera berpakaian lengkap lalu tidur dengan rasa was-was. Pagi hari, saat saya membuka pintu kamar dan masih teringat kejadian semalam. Saya memberanikan diri memeriksa kamar semalam, saya periksa pintunya, terkunci rapat! Saya coba lihat kedalam, tidak ada yang aneh dan saya pun tidak ingat kalau memang ada yang berubah dari sebelumnya.

Saya berniat menceritakan nya ke ibu kost namun beliau sedang tidak ada dirumah kata suaminya sedang pergi ke pasar berbelanja. Belajar dari pengalaman malam itu, saya berusaha untuk pulang dari kantor tidak terlalu malam, paling malam jam 8 malam. Hari ke-4 di kost an ini, malam itu saya sibuk dengan pengerjaan laporan progres cabang yang mesti saya kirim via email ke atasan saya malam itu juga yang artinya memaksa saya untuk lembur. Saat itu saya lihat jam di laptop tua saya, jam menunjukkan pukul 23.45 dan saya kembali teringat peristiwa beberapa malam yang lalu.

Saya mencoba cuek dan fokus ke pekerjaan. Sambil tengkurap di kasur dan asik mengutak atik data di laptop saya tiba-tiba terdengar suara seperti sesuatu yang cukup ringan sedang di seret- seret. Saya terdiam dan mematung, efek ketakutan kembali saya rasakan tetapi bedanya saya sudah didalam kamar, sedikit aman rasanya, tapi tetap saja jantung saya berdegup kencang. Saya menengadahkan kepala saya ke atas, melihat celah lewat jendela kamar. Saya berharap melihat sesuatu yang normal, tetapi gorden nya tertutup.

Saya terus menajamkan pendengaran, suara itu semakin dekat dengan pintu kamar saya. Perlahan dengan mental yang mulai tercerai-berai saya memberanikan diri merangkak dengan niat mengintip lewat celah antara daun pintu dan lantai. Saya menunggu, semua indera yang saya punya berusaha saya maksimalkan terutama mata dan telinga saya. Perlahan tapi semakin jelas, suara itu semakin mendekat dan pelan-pelan saya bisa melihat dengan jelas, warnanya hitam, berhelai-helai, bergerak lambat dengan gerakan menyapu pelan.

Sangat pelan bahkan, itu semacam sapu ijuk, akal sehat sehat saya langsung lega dan memberikan penenang bahwa itu adalah seseorang yang sedang menyapu pelataran kamar kost- kostan ini. Tapi jam segini? orang waras mana yang menyapu lantai luar nyaris ditengah malam? lagi pula dari semua kamar ini cuma kamar saya yang saat ini ditinggali. Tiba-tiba saya kembali teringat peristiwa pintu di beberapa malam yang lalu, saat itu pula saya tersadar dan dengan cermat mengamati sapu ijuk itu.

Tidak! Itu bukan sapu ijuk! Itu rambut! Panjang, kasar dan berserakan dan bergerak seperti sapu. Ya Tuhan, saya mendadak lemas saat itu, bahkan telapak tangan saya ikut bergetar. Efek ketakutan ini jauh lebih hebat, lebih menyergap dibanding peristiwa pintu beberapa waktu lalu karena jelas. Saya merasakan jarak yang sangat dekat dengan kejanggalan itu, saya hanya dipisahkan pintu dari kejanggalan itu. Hanya beberapa centimeter, tak terasa pipi saya tertempel ketat di lantai tegel kamar itu.

Saya mencoba berdoa, tapi apa daya, ketakutan yang porsinya lebih besar membuat doa saya hanya terulang-ulang pada ayat ke tiga dari ayat kursi kembali ke ayat pertama dan begitu seterusnya. Saya benar-benar shock dan akhirnya sebelum rambut-rambut itu pergi entah kemana, pandangan saya gelap dan saya pun tidak sadarkan diri. saya tersadar saat hari sudah terang dan saya merasakan tubuh saya benar-benar tidak enak, orang bilang sih meriang, walhasil hari itu saya tidak masuk kerja.

Setengah hari itu saya hanya berbaring ditempat tidur tanpa makan minum sambil terus mengingat kejadian semalam. Saya baru keluar saat sebuah suara perempuan memanggil nama saya dan saya ingat itu suara ibu kost yang memang logatnya khas wanita jawa. Taksiran saya sih beliau berumur sekitar 55 tahunan, mendengar suaranya saya merasa sedikit lega dan lebih merasa enteng.

Saya membuka pintu dan dan bercakap-cakap dengan beliau dan pembicaraan akhirnya sampai pada pengalaman saya selama di kostan ini. Dalam mendengarkan cerita saya beliau hanya sesekali tersenyum dan cuma bilang “ya sudah, gpp tho, kan mas getta masih baik-baik saja tho?”. Waduh benar-benar deh si ibu santai banget. Hari-hari selanjutnya berlalu tanpa kejadian apa-apa, dalam hati saya membenarkan ucapan ibu kost. Ya ada benarnya juga, toh sampai sekarang saya masih baik-baik saja.

Hari ke-8 saat itu saya dapat kejutan, sepulang dari sebuah acara di ambarukmo plaza waktu itu jam 11 malam. Saya dikagetkan dengan adanya seseorang yang sedang melukis didepan pintu kamar kost yang bersebrangan menyamping dengan kamar saya (saya kok baru tahu kamar itu ada penghuninya, selama ini kemana saja itu orang?). Dilihat dari gayanya pasti mahasiswa jurusan seni atau tepatnya seni rupa, dia tersenyum melihat saya dan sedikit berbasa basi. Saya pun menanggapi dengan orbolan ringan, didorong rasa penasaran, saya mulai menyinggung topik tentang pengalaman saya disini tentang kejadian menyeramkan itu.

Si mahasiswa itu menanggapi cerita saya sambil terus melukis tetapi saya bisa menangkap kalau dia lumayan tertarik dengan cerita saya. Setelah saya selesai cerita, dia meletakkan kuas nya sambil menyeruput minuman dari gelasnya yang kalau dari aromanya itu adalah segelas kopi. Dia bilang begini “mas nya lihat itu?” (sambil menunjuk sebuah batang kayu tua sebesar paha kira-kira sepanjang satu setengah meter yang tergantung dengan dua utas tali seperti sebuah ayunan tetapi menempel rapat ke tembok yang mengelilingi kost- kost an ini).

Saya terbengong karena baru sadar akan keberadaan kayu itu, dia melanjutkan “Nah, disitu tempat dia duduk mas, mas kan pendatang baru, pasti mas nya gak ijin sama dia ya atau ndak bertegur sapa lah dengan dia?”. Saya semakin bingung, dia? dia siapa? memangnya saya mesti ijin kepada orang yang saya sendiri belum pernah saya temui?. Selanjutnya saya bertanya ke mahasiswa tadi “dia siapa mas? maaf mas bro saya dari dulu tidak terbiasa dengan dunia aneh-aneh dan takhayul, makanya saya agak bingung”.

Sesaat setelah saya bertanya seperti itu, si mahasiswa hanya diam sambil memandang sedikit kaget dan ketakutan ke arah saya kemudian tanpa berkata apa-apa dia membereskan alat lukisnya dan masuk ke kamarnya lalu menutup pintu rapat-rapat. Wah orang yang aneh pikir saya, tapi saya berusaha santai kemudian masuk kamar saya sendiri untuk bersiap-siap mandi dan saat itu jam HP saya menunjukkan pukul 23: 20 malam. Bah! Kenapa selalu sadar lihat jam selalu di jam sebelasan, ada sedikit perasaan tidak enak.

Kembali saya memandang pintu horor waktu itu, hmm tak ada apa-apa kok. Lalu dengan santainya saya membuka baju dan celana lalu berhanduk ria tak lupa membawa HP saya sambil berjalan kekamar mandi dengan sebelumnya menutup dan mengunci rapat pintu kamar saya sendiri. Lalu berjalan ke kamar mandi sambil bersiul santai berharap suasana tetap baik- baik saja dan terkendali.

Selesai mandi tiba-tiba hp saya berdering, ternyata si bos, ketika saya tekan tombol hijau dan menempelkan hp ke telinga. Saya langsung terdengar suara cempreng bos saya “gettaaa, saya sudah di jogja lagi ya? dihotel kemarin, kamu segera kesini aja biar besok pagi-pagi bisa langsung balik ke jakarta dan gak perlu repot-repot nunggu kamu beresan, oke? saya tunggu gak pake lama”.

Saya bengong, dadakan banget, saya sempat berargumen “sudah malam bos, gak enak mau bangunin ibu kost pamitan lagian kan masih gerimis ini” si bos menanggapi “ya sudah” klik tutt, komunikasi diputus sepihak oleh si bos. Saya berjalan pelan membuka kunci pintu kamar, masuk dan menutupnya kembali kemudian berpakaian kaos dan celana pendek. Saya merebahkan diri berniat segera tidur karena lelah dengan posisi miring menghadap tembok membelakangi pintu.

Antara sadar dan tidak sayup-sayup saya seperti mendengar suara orang bercakap-cakap di depan kamar saya. Dari nada pembicaraannya seperti dua orang yang sedang bernostalgia, wah selarut ini? mungkin si mahasiswa sedang disambangi teman lamanya ya? whatever deh, dengan malas saya meraih hp dan melihat jam, hah? masih jam 23.20 malam? masa iya? saya mandi saja sekitar 5 menit, ngobrol di hp 2-3 menit, lalu beres-beres berpakaian dan terlelap? dan saat itu saya mulai di sergap rasa takut kembali sambil berusaha mengingat.

Saya salah apa sih kalo memang ini gangguan yang lain nya? suara bercakap-cakap itu timbul tenggelam, tapi jelas didepan kamar saya. Keringat dingin mulai membasahi jidat dan leher, pundak saya terasa dingin sekali, jantung berdetak tidak karuan. Pelan-pelan saya membalikkan badan diatas kasur saya dan memandang ke arah pintu bersiaga jika saja kenyataan yang terburuk pintu itu akan didobrak dari luar dan makhluk pembanting pintu atau perayap rambut itu menyerbu masuk kedalam.

Saya menunggu, tiba-tiba suara bercakap-cakap itu lenyap seketika! Wajah saya sesaat kembali hangat, tetapi hanya sesaat, wajah saya kembali kaku menyaksikan sesuatu yang diluar akal sehat. Sama tidak sehatnya dengan jam hp yang masih saja menunjukkan 23.20 malam! Ya, disitu. Jarak sekitar 30 cm dari pintu bagian bawah, dilantainya, berceceran benda mirip sekali dengan paku kecil seukuran paku triplek dan jelas berkarat dan bertabur semacam pasir.

Tercecer dalam koordinasi yang rapih, membentuk garis lurus dari dinding sampai kepinggir kasur saya yang posisinya mengampar dilantai. Dan paku-paku berkarat itu tersusun sangat rapih dengan arah mata tajamnya mengarah ke arah saya. Sumpah, saat itulah saya benar-benar shock sampai bergetar hebat, demi menjaga kemungkinan buruk. Saya segera terlonjak dengan hp yang masih saya genggam, saya terlonjak ketakutan kesudut ruangan.

Ketakutan seperti anak kucing yang terpojok sambil terus menatap paku yang tersusun itu, saya masih sempat istighfar berkali-kali sampai akhirnya saya langsung berinisiatif. Klik tombol hijau, sorot log panggilan dan tekan telpon dan diangkat dari seberang sana “Bb, boss, boss jemput saya sekarang juga! Sekarang” hening tak ada jawaban padahal sudah diangkat. “Boss?” dan yang terdengar kemudian adalah sesuatu yang sangat saya tidak harapkan.

Di hp itu terdengar lamat-lamat secara sayup, suara percakapan yang sama dengan di depan kamar saya sebelumnya. Dengan cepat saya klik tombol merah hp saya dan tertegun demi melihat paku-paku itu sudah menghilang tanpa bekas. Saya mengusap wajah saya yang baru saya sadari sudah basah oleh keringat, saya sedikit tenang meski tetap gemetaran. Saya berfikir kalau waktu itu hanya peristiwa pintu jauh dari kamar saya, kemudian rambut didepan pintu kamar saya dan sekarang sudah masuk kedalam kamar.

Tidak menutup kemungkinan besok-besok saya sudah dalam pelukan oleh entah apa itu. Dia semakin dekat, ya saya teringat dengan ucapan mahasiswa tadi. Dia, mungkinkah dia? ya bisa jadi dia, karena saya tidak menegur dia? karena tidak permisi dengan dia? terlebih lagi tidak percaya dengan eksistensi dia? bisa jadi. Tapi semoga malam ini yang terakhir karena besok saya pasti sudah ada dimobil dengan bos saya. Meninggalkan jogjakarta dan menuju jakarta.

Dan yang jelas tidak ada yang perlu tahu kalau malam ini saya terpaksa membuang urin saya bercampur dengan air minum. Di botol air minum mineral ukuran 600ml karena saya bahkan tidak berani keluar kamar untuk buang air kecil.

Jogjakarta, Maret 2012.

Terima kasih Ibu kost atas bingkisan perpisahannya (3 plastik keripik singkong).
Terima kasih Rin yang sudah menyempatkan ketemu setelah 3 tahun lost contact.
I’ll see u all later.

Wednesday, August 24, 2016

CERITA SETAN JATUH CINTA

CERITA SETAN JATUH CINTA

CERITA SETAN JATUH CINTA

KuCeTan.blogspot.co.id kali ini membagikan Cerita-Cerita Setan yang Menakutkan yang merupakan Cerita Horor, Kisah Nyata, dan Kisah Misteri. Pengalaman mistis yang tidak akan terlupakan dan membuat ketakutan serta bulu kuduk berdiri akan dirasakan. Untuk itu silahkan disimak Cerita-Cerita Setan yang Menakutkan ini :

Sebenarnya ini bukan kisah menyeramkan atau membuat kamu takut untuk pergi ke kamar mandi. Ini sebuah pengalamanku sendiri tentang sebuah perasaan yang bernama “Jatuh Cinta”. Aku tidak tau siapa dia sebenarnya, dia sungguh menawan dan membuat jantungku berdebar kencang bila melihat dia melintas didepan rumahku. Aku mempercepat langkahku, tanganku memegang buku yang menahan derasnya hujan yang jatuh ke atas kepalaku. Hari sudah semakin gelap, mungkin karena langit mendung.

Jadi sore itu sudah terasa seperti larut, rumahku di ujung jalan bengawan sudah terlihat. Jalan itu memang sepi, jalan ini memotong jalan ciliwung yang melalui taman pramuka. Aku pulang bersama temanku tadi, jadi mau tidak mau aku harus sedikit berjalan ke arah rumahku. Temanku tidak bisa mengantarku sampai depan rumah, karena dia ingin menjemput adiknya.

Bangunan rumahku sudah terlihat, dan jaraknya sudah semakin dekat. Bajuku sudah basah oleh air hujan, dan siapa dia. Ada yang berdiri didepan rumahku, dia memakai payung berwarna merah. Perawakannya cukup gemuk, memakai kemeja putih tua dan celana hitam. Pria itu tepat berdiri didepan pintu gerbang rumahku, Aku sudah dekat dan.

“Permisi mas,” Aku menunduk kaku dan dia terkaget mendengarnya.
“Maaf ya, saya ikut berteduh”.

Jawab pria itu, tampan dan mukanya membuatku terkagum sejenak melihat ke arahnya. Dan begitu pun sebaliknya, pria dengan kumis tipis membuatnya terlihat semakin menarik. Pria itu terlihat kini membelakangiku sekarang, aku memperhatikannya ada bagian belakang bajunya yang basah terkena air hujan. “Kalo mau nunggu, masuk aja ke dalam mas dan tunggu diteras” Dan dia melihatku sambil tersenyum.

Esoknya hal yang sama terjadi lagi, suara gemuruh berisik dari air hujan yang jatuh di atap rumahku membangunkanku dari tidur soreku. Aku yang tadinya tidur di sofa, kini berjalan menuju kamar. Namun ujung mataku menatap sebuah pemandangan yang mengejutkan. Di jendela, pemandangan menembus lapisan kaca. “Apa aku suruh masuk aja ya, tapi kan aku gak kenal” ujarku dalam hati.

“Mas nunggunya di teras aja,” Hujan sore itu adalah hujan romantis yang pernah ada, dan ditutup dengan lembayung senja. Aku dan pria yang ternyata bernama arie itu berbicara berjam-jam bahkan sampai awan sore berubah menjadi pekatnya malam. Dari situlah hubungan aku dan arie dimulai, setiap sore arie sering datang ke rumahku. Walaupun aku masih di kantor, arie dengan senangnya menunggu aku di depan gerbang.

Ngobrol sore, itu yang dia bilang dan dia suka sekali dengan secangkir teh melati buatanku. Sore itu aku sudah sampai rumah tapi arie tidak menunjukan batang hidungnya. Awalnya aku ingin menemuinya. Tapi arie merahasiakan dimana rumahnya, setiap aku tanya dia selalu menjawab “Jangan” sampai hari itu adalah hari ketiga dan arie tidak kunjung datang. Jujur saja aku sangat kangen, rindu melihat ketawanya, rindu akan cerita tentang kakek nya seorang dokter, atau keluarganya yang sikapnya dingin.

Apapun aku selalu merindukannya, aku duduk diteras sampai menjelang malam. Namun aku kecewa, karena arie tidak kunjung datang. Akhirnya aku memutuskan masuk kedalam rumah, awalnya aku tidak bisa tidur karena arie tidak kunjung datang. Aku gelisah, aku hanya berguling-guling aneh ditempat tidurku dan tanpa sengaja aku menendang bantal guling disampingku.

Aku tidak langsung mengambilnya, dengan malas aku mengulurkan tanganku. Kok berat ya, seperti ada yang menarik dari bawah sana. Aku terus menariknya dan karena berat, dengan sekuat tenaga aku coba menariknya. Ketika aku tarik sekuat tenaga, yang ku tarik dari bawah kasur bukan guling. Melainkan sesosok mahluk berkain kafan dengan mata dan hidungnya yang tertutup kapas.

Mukanya babak belur dan lidah yang menjulur. Aku reflek menarik dan menjatuhkannya, terdengar suara benda keras yang terjatuh. Terdengar jelas dari selimut yang membungkusku. Aku kaget setengah mati dan gemetaran ketakutan, tapi rasa penasaranku muncul. Aku memastikan saja kalo tadi hanya halusinasi. Perlahan aku menarik selimut yang menutupi muka ku, ternyata bukan dan hanya bantal guling yang jatuh ke lantai.

Segelas air putih yang berada di meja kecil samping tempat tidurku. Langsung aku teguk, suasana kamar sangat mencekam. Aku takut dan sangat panik, tanpa sadar air mataku terjatuh dan disaat suasana itu. Sayup-sayup au mendengar dentuman keras bunyi seperti orang loncat dan mendarat diatas kayu. Suaranya sangat dekat sekali dan tanpa aku sadari, tiba-tiba saja dibelakangku diatas lemari kayu berdiri sosok mahluk putih yang terbungkus kain kafan tadi.

Aku melihatnya dan mahluk itu berdiri di atas lemari buku. Sambil menggerakan badannya, dalam ketakutan tersebut mahluk itu tiba-tiba saja melompat dari atas lemari dan mendarat tepat didepanku. Aku gemetaran ketakutan, aku berteriak tapi tidak ada suara. Pandanganku menjadi buram dan gelap, dari situ aku tidak ingat apa-apa lagi. Semenjak kejadian itu aku tidak pernah bertemu dengan arie lagi.

Aku mulai menghubung-hubungkan makhluk itu dengan arie, banyak pertanyaan didalam benak ku. Sampai suatu hari ketika aku tidak pergi ke kantor. Aku melihat sekumpulan orang sedang berdiri didepan gerbang rumahku, karena penasaran aku pun keluar dari rumah dan mencari tahu apa yang dilakukan orang-orang itu didepan rumahku dan ketika aku menghampiri kerumunan itu.

Bau dupa menyeruak dari lingkaran orang-orang itu, nampaknya mereka sedang berdoa. Tapi ngapain mereka melakukan itu disini, tiba-tiba salah satu dari mereka melihatku lalu tersenyum dan menghampiriku. Dia kemudian berkata “Waduh maaf nih saya jadi ganggu yang punya rumah, saya belum minta ijin sama mba. Jadi gini, kami sedang mendoakan teman kami yang telah meninggal beberapa tahun yang lalu. Teman kami mengalami sebuah kejadian insiden tepat didepan rumah mba ini. Maaf ya mba, kalo kami selama ini merahasiakannya karena kami tidak ingin menakuti yang punya rumah”.

Aku sangat syok dengan ucapan pria tua tadi, dan aku bertanya memang siapa yang meninggal disini. Bapak itu kemudian merogoh sakunya, dan mengeluarkan sebuah foto. Seorang pria yang aku kenal, inikan Arie. Waktu berlalu dan hari pun berganti, arie seorang pria yang aku kenal ternyata sudah meninggal beberapa tahun yang lalu.

Aku sempat stres dan sakit, tapi lama kelamaan aku sudah tidak takut lagi. Karena walaupun arie sudah meninggal, dia tetap menjadi sahabatku mengobrol di kala senja. Setelah kejadian itu pun aku masih sering didatangi arie. Walaupun tidak setiap hari, Iya kan rie?.