Blogger news

Wednesday, September 7, 2016

CERITA SETAN LANTAI 3 GEDUNG KANTOR

CERITA SETAN LANTAI 3 GEDUNG KANTOR

CERITA SETAN LANTAI 3 GEDUNG KANTOR

KuCeTan.blogspot.co.id kali ini membagikan Cerita-Cerita Setan yang Menakutkan yang merupakan Cerita Horor, Kisah Nyata, dan Kisah Misteri. Pengalaman mistis yang tidak akan terlupakan dan membuat ketakutan serta bulu kuduk berdiri akan dirasakan. Untuk itu silahkan disimak Cerita-Cerita Setan yang Menakutkan ini :

Namaku Soni, saat itu aku adalah seorang mahasiswa yang sedang melakukan job training. Walau posisiku sedang magang, profesiku ini menuntut supaya pekerjaan diselesaikan hari itu juga. Makanya seringkali aku harus tinggal sampai larut malam, dari seluruh divisi memang divisiku yang orang-orangnya sering lembur dan divisi yang lain malah jarang sekali lembur. Alasannya mereka takut diganggu karena katanya gedung kantor tempat aku bekerja ini angker dan ada penunggunya.

Saat itu beberapa rekan kerjaku sedang menceritakan kejadian horor ketika makan siang. Mereka menceritakan seputar kejadian mistis yang pernah dialami oleh pegawai lain di gedung kantor ini. Aku anggap mereka itu hanya iseng menakuti yang pegawai baru dan aku tidak ambil pusing dengan cerita mereka dan melanjutkan pekerjaan setelah break makan siang selesai. Pada hari itu lagi-lagi aku harus bekerja dikantor sampai larut malam. Saat itu hampir jam 10 malam dan pekerjaanku hampir selesai, tiba-tiba aku merasa perutku sakit.

Rupanya karena dari tadi asyik bekerja, aku jadi lupa untuk makan malam. Aku memutuskan untuk istirahat sebentar untuk makan malam dan baru kembali melanjutkan pekerjaanku. Sebenarnya aku ingin langsung minta tolong pada office boy (OB) untuk membeli makanan tapi jam segini pasti OB sudah pada pulang. Alhasil mau tidak mau, aku harus turun membeli makan sendiri.

Aku berdiri dan melihat sekeliling, ruanganku terdiri dari meja-meja untuk para karyawan yang disekat-sekat tinggi. Didepanku terlihat ada Mba Dian dan Mas Galih yang tersisa, aku hapal meja kerja mereka berdua. Karena berniat mencari teman untuk turun, aku bertanya kepada mba dian dan mas galih apakah mereka sudah makan malam dan mereka menjawab sudah. Tapi mereka minta tolong untuk membelikan makanan ringan dan minuman kepadaku.

Mereka memintaku dengan nada yang datar tanpa memalingkan wajah dari komputer didepannya, bukannya ditemenin malah dititipin. Aku berjalan keluar dari ruangan menuju lift, saat itu kantor sudah sepi dan gelap, lampu-lampu dilorong sudah dimatikan dan tidak terdengar lagi sayup-sayup suara obrolan dari para pegawai.

Sebenarnya ini sudah biasa terjadi saat malam tapi setelah tadi siang aku mendengar cerita mistis dari teman kerjaku. Entah kenapa suasana kantor jadi terasa berbeda apalagi jika aku mengingat salah satu cerita tentang seorang pegawai yang melihat sosok misterius didalam lift. Aku sempat berbalik dan membatalkan rencanaku, tapi rasa sakit diperutku ini sudah tidak bisa aku tahan lagi.

“ini yang namanya sugesti” pikirku dalam hati, sambil menekan tombol lift untuk menuju ke lantai yang dibawah. Tidak berapa lama lift pun datang, dan kosong lalu aku berjalan masuk ke dalam lift sambil menekan tombol ke bawah. Aku bersandar di pojok lift sambil menatap ke arah tombol lift, aku mengamatinya dan lift mulai turun sesuai dengan urutan. 7, 6, 5, 4, 3, dan tiba-tiba lift berhenti dilantai 3, aneh perasaan aku tadi tidak menekan lantai 3.

Ketika pintu lift terbuka, aku disambut oleh kegelapan dilantai 3 dan sepi tidak ada orang yang masuk kedalam lift. Aku langsung menekan tombol untuk menutup pintu lift dan setelah pintu lift tertutup, akhirnya lift turun sampai ke lantai dasar. Dilantai dasar juga sudah gelap, hanya dibagian lobby yang menyala.

Di meja receptionist ada seorang satpam yang berjaga, dikursi lobby masih ada beberapa orang yang sedang mengobrol serius. Ternyata masih ada orang, aku berjalan keluar dan mencari makan dikantin. Selesai makan aku membeli titipan mas galih dan mba dian di market 24 jam dan setelah itu aku kembali ke kantor. Saat kembali aku lihat orang-orang yang sedang mengobrol dikursi lobby sudah tidak ada dan meja receptionist pun kosong.

Aku kembali naik ke atas dengan menggunakan lift, dan lagi-lagi lift berhenti di lantai 3. Lantai itu masih gelap seperti tadi, tapi kali ini ada angin kencang yang masuk begitu pintu lift terbuka. Angin itu muncul di iringi dengan bau yang sangat menyengat yang tercium olehku, bau ini bau kemenyan. Reflek aku langsung menutup pintu lift, bau kemenyan itu masih tercium walaupun lift sudah berjalan ke atas dan bau kemenyan itu hilang saat aku tiba dilantai ruanganku.

Aku pun keluar dari lift, aku melewati koridor yang gelap dan aku menghela nafas panjang setelah sampai dipintu ruanganku lalu membuka pintu dan berjalan ke arah meja kerjaku. Aku melihat di depan, mba dian dan mas galih masih duduk dikomputernya masing-masing. Aku langsung duduk dikursi, dari mejaku aku mengajak mereka berbicara dan menceritakan pengalamanku barusan. Aku berdiri dari mejaku dan berjalan mendekati mereka untuk memberikan barang yang mereka titip. Tapi ketika aku lihat, mereka sudah tidak ada disana.

Meja mereka kosong dan komputer mereka mati, aku sangat shock dan karena panik makanan dan minum terjatuh ke lantai. Aku segera berlari keluar ruangan dan aku tertabrak dengan satpam, satpam itu adalah satpam yang tadi sedang berjaga dibawah. Dia terlihat kaget ketika melihat aku masih ada dikantor, satpam itu sedang membawa kemenyan yang sedang dibakar.

Aku menceritakan apa yang aku alami kepadanya, dan dia bilang aku baru saja diganggu oleh penunggu gedung kantor ini. Satpam itu akhirnya mengantarku pulang sambil menunggu kendaraan, sambil menunggu kendaraan satpam itu bercerita kalo para penunggu gedung ini saling menampakan diri dengan berbagai macam cara, salah satunya adalah dengan meniru sosok seorang karyawan.

Satpam itu juga bercerita kalo dia ditugaskan untuk membawa keliling kemenyan di gedung ini, kata satpam itu hal ini untuk mencegah para penunggu melakukan penampakan. Esok harinya aku bertemu dengan Mba dian dan Mas galih, mereka tidak bertanya apa-apa lalu ketika aku tanya jam berapa mereka pulang. Mas galih bilang bahwa mereka pulang sekitar jam 8 malam dan tidak ada satupun karyawan yang ada disana ketika jam 10 malam. Jadi orang-orang yang aku lihat kemarin, siapa dan kemarin aku sendirian digedung itu. sejak saat itu tidak ada yang berani lagi untuk kerja sampai larut malam.

0 comments :

Post a Comment